Jumat, 17 Maret 2017

makalah uang



MAKALAH UANG

Dosen : Dr. Basir. S., S.E., MM




By :
Abdur Rohman Fathur
NIM : 16510170
 and
 Uswatun Hasanah
NIM : 16510165

MANAGEMENT DEPARTMENT
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG


KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya yang telah memberikan penulis kesehatan hingga saat ini untuk dapat terus menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini.
Terima kasih pula penulis ucapkan kepada dosen, teman-teman, dan pihak lain yang telah membantu dan mengarahkan penulis dalam mengerjakan tugas yang diberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “UANG” dengan tepat waktu. Penulis menyadari bahwa makalah yang telah penulis selesaikan ini masih jauh dari kata baik. Mohon maaf atas ketidaksempurnaan makalah ini, dikarenakan kurangnya pengalaman, wawasan dan kemampuan penulis. Oleh karena itu, besar harapan penulis agar para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun.



Malang, 8 Februari 2017



BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Money (uang), membuat dunia berputar dan muncul dalam banyak bentuk, mulai dari manik-manik, koin emas hingga plastik atau kertas. Hal ini lebih baik daripada barter yang memungkinkan sumber daya ekonomi yang terbatas dialokasikan secara efisien. Uang mempunyai tiga proyeksi utama, yang pertama, sebagai medium pertukaran, pembeli dapat memberikannya kepada penjual untuk membayar barang dan jasa yang dibeli, kemudian sebagai unit perhitungan, uang dapat digunakan untuk menjumlahkan apel dan jeruk dalam persamaan nilai, dan yang terakhir sebagai penyimpan nilai, uang dapat digunakan untuk memindahkan daya beli ke masa depan. Uang hakikatnya sudah ada dan digunakan sejak masa lampau, walaupun dengan bentuk yang berbeda dari masa sekarang. Pada masa lalu, manusia melakukan pertukaran atau barter sampai akhirnya ditentukanlah sesuatu yang mempunyai nilai tinggi, jumlah yang terbatas serta dimengerti dan diterima oleh masyarakat setempat sebagai alat tukar. Dengan demikian uang pada dasarnya merupakan sesuatu yang berharga yang dapat diterima masyarakat secara umum dan tersedia sebagai alat pembayaran barang maupun jasa serta dapat juga digunakan untuk pembayaran hutang dan investasi.

Uang memiliki beberapa jenis, yang pertama uang kartal dan uang giral. Uang kartal merupakan alat bayar yang sah dan wajib digunakan seluruh masyarakat dalam transaksi jual beli sehari-hari. Sedangkan uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk deposito (simpanan) yang dapat diambil sesuai kebutuhan. Kemudian uang berdasarkan bahan pembuatannya dibedakan menjadi dua. Yaitu uang kertas dan uang logam. Menurut nilainya uang di golongkan menjadi dua yaitu uang penuh dan uang tanda.

Indonesia sendiri menetapkan mata uang rupiah sebagai uang kartal yang sah untuk digunakan sehari-hari. Sebelum menetapkan mata uang rupiah sebagai alat tukar yang sah, Indonesia juga pernah memiliki beberapa jenis mata uang yang digunakan untuk alat transaksi yang sah pada zamannya. Diantara lain adalah, uang NICA yang digembongi oleh Panglima AFNEI Let Jen Sir Montagu, namun hal itu semakin memperparah keadaan hiper inflasi saat itu, lalu ORI (Oeang Republik Indonesia) yang dikeluarkan pemerintah untuk mencegah perkembangan mata uang NICA pada tanggal 26 Oktober 1946.

Uang memiliki dampak yang besar bagi masyarakat, salah satu contohnya ialah inflasi. Inflasi ialah suatu kondisi dimana naiknya harga barang-barang secara kontinyu, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, terlalu banyaknya uang yang beredar di masyarakat sehingga nilai uang menurun. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara jumlah uang yang beredar dengan harga barang secara umum. The quantity theory of money mengatakan bahwa peningkatan jumlah uang yang beredar akan meningkatkan nilai transaksi Sesuai dengan teori dengan indikasi ini kita dapat melihat bahwa uang sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat.

Dalam perekonomian yang sangat modern seperti sekarang ini, uang memainkan peranan yang sangat penting bagi semua kegiatan masyarakat. Uang sudah merupakan suatu kebutuhan, bahkan uang menjadi salah satu penentu stabilitas dan kemajuan perekonomian di suatu negara. Namun demikian bukan berarti sistem barter sudah lenyap, akan tetapi masih digunakan untuk tingkat perdagangan antar negara dan di daerah pedesaan. Atas dasar itulah penulis ingin mengulas lebih dalam aspek aspek yang berkenaan dengan uang.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apa pengertian uang?
1.2.2 Apa syarat-syarat uang?
1.2.3 Apa peranan uang pada perekonomian?
1.2.4 Apa saja fungsi uang?
1.2.5 Apa jenis-jenis uang?


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian uang

Pengertian uang secara luas adalah sesuatu yang dapat diterima secara umum sebagai alat pembayaran dalam suatu wilayah tertentu atau sebagai alat pembayaran hutang atau sebagai alat untuk melakukan pembelian barang dan jasa. Dengan kata lain bahwa uang merupakan alat yang dapat digunakan dalam melakukan pertukaran baik barang maupun jasa dalam suatu wilayah tertentu saja.
Dalam buku Manajemen lembaga keuangan yang ditulis oleh Dahlan Siamat, definisi uang ialah setiap aset finansial yang secara umum diterima sebagai alat pembayaran atas pembelian barang dan jasa. Dengan demikian giro, uang kertas, uang logam adalah aset keuangan yang dapat dijadikan sebagai instrument atau media pembayaran karena itu merupakan bentuk uang.
Ekonom mendefinisikan uang (juga sering disebut uang beredar) sebagai sesuatu yang secara umum diterima dalam pembayaran barang dan jasa atau pembayaran atas hutang. Mata uang terdiri dari uang kertas dan koin, sangat cocok dengan definisi ini dan merupakan salah satu bentuk uang. Ketika sebagian orang berbicara tentang uang, mereka sedang membicarakan tentang mata uang (currency).
Mendefinisikan uang sebagai mata uang terlalu sederhana bagi para ekonom. Oleh Karena cek juga dapat diterima sebagai alat pembayaran atas pembelian, rekening giro juga dapat dianggap sebagai uang. Bahkan definisi uang dalam arti luas juga diperlukan karena bentuk lainnya seperti tabungan dapat berfungsi sebagai uang, dapat diubah dengan cepat dan mudah menjadi mata uang atau rekening giro. Dengan demikian tidak ada definisi tunggal, definisi yang benar-benar tepat dari uang dan uang beredar, bahkan bagi ekonom sekalipun.

2.2 Syarat/Kriteria Uang

2.2.1 Disukai umum.
Artinya uang harus dapat diterima secara umum penggunaannya apakah sebagai alat ukur, penimbun kekayaan, atau sebagai standar pencicilan hutang. Oleh Karena itu, maka fungsi uang disini tidak hanya sebagai alat tukar, akan tetapi juga sebagai alat untuk menimbun kekayaan atau sebagai standar pencicilan hutang.

2.2.2 Tahan lama/tidak mudah rusak
Uang hendaknya tidak mudah rusak dalam berbagai kondisi, baik robek atau luntur terutama kondisi fisiknya mengingat frekuensi pemindahan uang dari satu tangan ke tangan lainnya demikian besar. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah kualitas fisik uang harus benar-benar dijaga dan terjamin kualitasnya, sehingga uang dapat digunakan untuk waktu yang relatif lama.

2.2.3 Mudah dipindah-pindahkan/mudah dibawa
Uang harus mudah dibawa kemanapun dengan kata lain mudah untuk dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu tangan ke tangan yag lain dengan fisik kecil dan nominal besar sekalipun. Uang sebaiknya mudah dibawa untuk keperluan sehari-hari. Oleh Karena itu dalam hal ini fisik juga jangan terlalu besar dan diusahakan seringan mungkin.

2.2.4 Mudah disimpan.
Uang harus mudah disimpan di berbagai tempat termasuk dalam tempat yang kecil namun dalam jumlah yang besar. Artinya uang harus memiliki fleksibilitas, seperti bentuk fisik nya yang tidak terlalu besar, mudah dilipat dan terdapat nominal mulai dari kecil sampai nominal yang maksimal.

2.2.5 Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai keseluruhan.
Uang mudah dibagi ke dalam satuan unit tertentu dengan berbagai nominal yang ada, guna kelancaran dalam melakukan transaksi mulai dari nominal kecil sampai dengan nominal yang besar sekalipun. Kemudian uang tidak hanya agar mudah dibagi tetapi juga harus mudah dalam pembulatan dengan kelipatan tertentu, terutama dalam nilai bulat. Oleh Karena itu agar uang mudah dibagi harus dibuat nominal yang beragam.

2.2.6 Mempunyai nilai yang tetap dalam jangka panjang (nilai stabil).
Nilai uang harus memiliki kestabilan dan ketetapan serta diusahakan fluktuasi nya sekecil mungkin. Apabila nilai uang sering mengalami ketidakstabilan, maka akan sulit untuk dipercaya oleh yang menggunakannya.

2.2.7 Ada jaminan.
Setiap uang yang diterbitkan dijamin oleh pemerintah negara tertentu. Dengan adanya jaminan dari pemerintah tertentu, maka kepercayaan untuk menggunakan uang untuk berbagai keperluan mendapat kepercayaan dari masyarakat luas. Khususnya uang logam sudah dijamin oleh nilai yang terkandung di dalam uang tersebut. Oleh Karena itu yang perlu jaminan pemerintah adalah uang kartal kertas. Uang jenis ini digunakan hanya berdasarkan kepercayaan (fiat money).

2.3 Fungsi Uang

2.3.1 Alat tukar menukar.
Fungsi uang sebagai alat tukar menukar iaalah sebagai substansi dari barang yang biasa digunakan untuk barter. Jadi dengan demikian kegiatan tukar menukar  barang dapat dilakukan secara efektif dan efisien

2.3.2 Alat Satuan Hitung
Fungsi uang  sebagai satuan hitung merupakan penentu nilai berbagai macam barang/jasa yang di perjual belikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman.

2.3.3 Alat penyimpan nilai
Fungsi uang sebagai alat penyimpan nilai ialah pengalih daya beli dari masa sekarang ke masa       yang akan datang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran  atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan      membeli barang dan jasa di masa mendatang

2.3.4 Alat pembayaran yang sah.
Uang kartal yang sah di Indonesia adalah uang rupiah yang dikeluarkan oleh Bl, sedangkan uang giral dikeluarkan oleh bank umum. Uang tersebut dapat digunakan sebagai alat pembayaran bagi masyarakat untuk melakukan transaksi.

2.3.5 Alat penimbun kekayaan.
Fungsi uang sebabai alat penimbun kekayaan  dapat diartikan bahwa uang digunakan untuk menyimpan harta kekayaan

2.3.6 Alat pembentukan dan pemindahan modal.

2.4 Jenis-Jenis Uang

2.4.1 Berdasarkan Bahan

2.4.1.1 Uang logam, merupakan uang dalam bentuk koin yang terbuat dari logam, baik dari aluminium, kupronikel, bronze, emas, perak atau perunggu, dan bahan lainnya.


2.4.1.2 Uang kertas, merupakan uang yang bahannya terbuat dari kertas. Uang dalam bentuk kertas biasanya dalam nominal yang besar sehingga mudah dibawa untuk keperluan sehari-hari . Uang jenis ini terbuat dari kertas yang berkualitas tinggi, yaitu tahan terhadap air, tidak mudah robek, atau luntur.

2.4.2 Berdasarkan Nilai

2.4.2.1 Bernilai penuh (full bodied money), merupakan uang yang nilai instrinsiknya sama dengan nilai nominalnya. Sebagai contoh uang logam, nilai bahan untuk membuat uang tersebut sama dengan nominal yang tertulis di uang.

2.4.2.2 Tidak bernilai penuh (representative full bodied money), merupakan uang yang nilai instrinsiknya lebih kecil dari nilai nominalnya. Sebagai contoh uang yang terbuat dari kertas. Uang jenis ini sering disebut uang bertanda atau token money. Kadangkala nilai instrinsiknya jauh lebih rendah dari nilai nominal yang terkandung di dalamnya.

2.4.3 Berdasarkan Lembaga

Berdasarkan lembaga maksudnya adalah badan atau lembaga yang menerbitkan atau mengeluarkan uang. Jenis uang yang diterbitkan berdasarkan lembaga terdiri dari :

2.4.3.1 Uang kartal, merupakan uang yang diterbitkan oleh Bank Sentral, baik logam maupun uang kertas.

2.4.3.2 Uang giral, merupakan uang yang diterbitkan oleh bank umum, seperti cek, bilyet giro, traveler cheque, dan credit card.

2.4.4 Berdasarkan Kawasan

Uang jenis ini dilihat dari daerah atau wilayah berlakunya suatu uang. Artinya bisa saja suatu jenis mata uang hanya berlaku dalam satu wilayah tertentu dan tidak berlaku di seluruh wilayah. Jenis uang berdasarkan wilayah adalah :

2.4.4.1 Uang Lokal, merupakan uang yang berlaku di suatu negara tertentu, seperti Rupiah di Indonesia atau Ringgit di Malaysia.

2.4.4.2 Uang Regional, merupakan uang yang berlaku di kawasan tertentu yang lebih luas dari uang lokal, seperti untuk kawasan benua Eropa berlaku mata uang yaitu EURO.

2.4.4.3 Uang Internasional, merupakan uang yang berlaku antar negara seperti US Dollar dan menjadi standar pembayaran internasional.

2.5 Peran Uang dalam Perekonomian

Semua aspek kehidupan manusia dalam peradaban modern saat ini tidak terlepas dan ditopang sepenuhnya oleh uang. Tidak ada satupun peradaban di dunia ini yang tidak mengenal dan menggunakan uang. Kalaupun ada, maka perekonomian dalam peradaban tersebut pasti stagnan dan tidak berkembang.
Peran uang dalam perekonomian dapat diibaratkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Tanpa darah, manusia seakan-akan hendak mati. Kekurangan uang bagaikan kekurangan darah yang mengakibatkan gairah hidup menurun dan lemah, yang pada akhirnya manusia menjadi sakit-sakitan. Abraham H. Maslow dalam teori Motivasinya mengatakan bahwa kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah kebutuhan fisik. Kebutuhan fisik manusia tidak lain adalah berupa barang dan jasa. Untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa tersebut, cara yang paling mudah adalah dengan memiliki sesuatu yang disebut UANG. Karena uang adalah sesuatu benda yang diterima dan digunakan secara umum sebagai alat untuk memudahkan proses transaksi dalam memenuhi kebutuhan manusia berupa barang dan jasa. Sehingga secara tidak langsung juga dapat dikatakan bahwa kebutuhan yang paling “mendasar” dalam perekonomian dan kehidupan sosialnya adalah uang.



DAFTAR PUSTAKA

Bishop, Matthew. 2010. Economics An A-Z Guide. Diterjemahkan oleh : Mutiara, Fredy. Yogyakarta : Pustaka baca!.
Punjabi, Enha. 2016. iPocket Soshum SMA. Cetakan II.  Solo : Genta Smart Publisher.
Siamat, Dahlan. 2004. Manajemen Lembaga Keuangan. Edisi keempat. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Kasmir. 2005. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Edisi ke 6. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Mishkin, Frederic S. 2008. The Economic of Money, Banking, and Financial Markets. Edisi ke 8. Diterjemahkan oleh Soelistianingsih, Lana & Suharsi, Ema Sari. Jakarta : Salemba Empat.
Bizgun. ______. Sejarah Perkembangan Uang, (online), (https://bizgun.wordpress.com/tag/sejarah-perkembangan-uang/), diakses 8 Februari 2017.

Rabu, 21 September 2016

PEMBAGIAN ILMU PENGETAHUAN



Pembagian Ilmu Pengetahuan

Berdasar beberapa argumentasi, ilmu pengetahuan dalam arti luas dibedakan sebagai berikut.
1.      Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science) atau sering disingkat IPS yang membahas hubungan antar manusia sebagai makhluk social, yang selanjutnya dibagi atas:
a.    Psikologi, suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari proses mental dan tingkah laku.
b.   Pendidikan, suatu perlakuan atau proses latihan yang terarah dan sistematis menuju ke suatu tujuan.
c.    Antropologi, suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari asal-usul dan perkembangan jasmani, social, kebudayaan, serta tingkah laku manusia.
d.   Etnologi, suatu studi Antropologi dari aspek sistem sosio-ekonomi dan pewarisan kebudayaan terutama keaslian kebudayaan dan faktor pertumbuhan perkembangan kebudayaan, serta perubahannya dalam masyarakat primitif.
e.    Sejarah, suatu pencatatan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada suatu bangsa, negara, atau individu.
f.    Ekonomi, suatu pengetahuan yang berhubungan dengan produksi, tukar-menukar barang produksi, pengelolaan dalam ruang lingkup rumah tang, perusahaan, atau negara.
g.   Sosiologi, suatu studi tentang tingkah-laku social, terutama tentang asal-usul organisasi, institusi, dan perkembangan masyarakat.
2.   Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Alamiah (Natural Science), yang membahas tentang alam semesta dengan semua isinya dan selanjutnya terbagi atas:
a. Fisika (Physics), suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda tidak hidup atau mati dari aspek wujud dengan perubahan-perubahan yang bersifat sementara. Fisika secara klasik dibagi dalam mekanika, panas, bunyi, cahaya, gelombang, listrik, magnet, dan teknik mekanik, teknik sipil serta teknik listrik (arus lemah dan kuat. Ketiga ilmu yang terakhir itu merupakan Fisika terapan.
b.Kimia (Chemistry), suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda hidup atau tidak hidup dari aspek susunan materi dan perubahan-perubahan yang bersifat tetap. Kimia secara garis besar dibagi menjadi Kimia Anorganik dan Kimia Organik. Kedua bagian itu pada dasarnya membahas dasar kesuluruhan, kemudian diikuti dengan analisis kualitatif dan kuantitatif.
Kimia-Fisika adalah ilmu pengetahuan yang lebih luas dimana Kimia dan Fisika digabungkan sedemikian rupa sehingga identitas masing-masing hilang. Batas buatan manusia antara Kimia dan Fisika menjadi kabur. Misalnya, beberapa perkembangan yang besar dalam bidang kimia teori, seperti transformasi inti atom, yang telah dikembangkan oleh para ilmuwan baik dalam bidang kimia maupun fisika. Kimia terapan menghasilkan produk berupa karet sintetis, pupuk sintetis, plastik, bahan peledak, dan lain-lain.
c. Biologi (Biological Science), ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan gejala-gejalanya. Biologi dibagi atas cabang-cabang, yang antara lain adalah:
1)      Botani, suatu cabang Biologi yang mempelajari seluk-beluk tumbuhan.
2)      Zoologi, suatu cabang Biologi yang mempelajari hewan.
3)      Morfologi, suatu studi tentang struktur luar atau bentuk-luar makhluk hidup.
4)      Anatomi, suatu studi tentang struktur-struktur –dalam atau bentuk—makhluk hidup.
5)      Fisiologi, suatu studi tentang fungsi atau faal tubuh makhluk hidup.
6)      Sitologi, suatu studi tentang sel secara mendalam meliputi struktur, molekuler, dan lain-lainnya.
7)      Histologi, suatu studi tentang jaringan tubuh atau organ makhluk hidup, yang merupakan serentetan sel yang sejenis.
8)      Palaentologi, suatu studi tentang makhluk-makhluk masa lampau yang kebanyakan hanya berupa fosil.
3.   Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa yang sering disebut IPBA (Earth Science and Space), ilmu pengetahuan yang membahas tentang bumi sebagai salah satu anggota tata surya dan ruang angkasa dengan benda angkasa lainnya. IPBA antara lain meliputi:
a. Geologi, suatu cabang IPBA yang membahas struktur bumi. Dalam pembahasannya menggunakan dasar-dasar kimia dan fisika sehingga mempelajari struktur dan perubahan materi, baik yang terdapat di permukaan tanah maupun yang terdapat dalam perut bumi. Bagian Geologi yang penting ialah: Petrologi yang membahas batu-batuan, Vulkanologi yang membahas gempa bumi, dan Mineralogi yang membahas bahan mineral atau bahan galian yang dalam pembahasannya menggunakan prinsip kimia-fisika. Suatu subcabang yang penting adalah Kristalografi yang membahas bentuk-bentuk krital dari mineral.
b. Astronomi, suatu ilmu pengetahuan yang membahas benda-benda ruang angkasa dalam alam semesta ini, yang meliputi bintang, matahari, planet, satelit, dan lain-lainnya. Penerapan astonomi ysng praktis adalah dalam navigasi, perhitungan waktu, dan kalender.
c. Geografi, suatu ilmu pengetahuan tentang muka bumi dan produk ekonomi sehubungan dengan makhluk hidup, terutama manusia. Geografi sebagai cabang ilmu pengetahuan menggabungkan informasi yang diperoleh dalam semua cabang lain, sehingga merupakan ilmu pengetahuan yang dapat dipakai manusia untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam rangka adaptasi lingkungan. Subcabang yang penting ialah : Fisiografi yang membahas sifat fisis bumi dan Geografi biologi yang membahas kondisi hidup bagi tumbuhan, hewan, dan manusia. Geografi ekonomi merupakan bagian dari geografi biologi yang bersangkutan dengan perusahaan dan ekonomi.