MAKALAH UANG
Dosen : Dr. Basir. S., S.E., MM

By :
Abdur Rohman Fathur
NIM : 16510170
and
Uswatun Hasanah
NIM : 16510165
MANAGEMENT
DEPARTMENT
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya yang telah
memberikan penulis kesehatan hingga saat ini untuk dapat terus menuntut ilmu di
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini.
Terima kasih
pula penulis ucapkan kepada dosen, teman-teman, dan pihak lain yang telah
membantu dan mengarahkan penulis dalam mengerjakan tugas yang diberikan,
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “UANG” dengan tepat waktu. Penulis menyadari bahwa makalah yang
telah penulis selesaikan ini masih jauh dari kata baik. Mohon maaf atas
ketidaksempurnaan makalah ini, dikarenakan kurangnya pengalaman, wawasan dan
kemampuan penulis. Oleh karena itu, besar harapan penulis agar para pembaca
dapat memberikan kritik dan saran yang membangun.
Malang, 8
Februari 2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Money
(uang), membuat dunia berputar dan muncul dalam banyak bentuk, mulai dari
manik-manik, koin emas hingga plastik atau kertas. Hal ini lebih baik daripada
barter yang memungkinkan sumber daya ekonomi yang terbatas dialokasikan secara
efisien. Uang mempunyai tiga proyeksi utama, yang pertama, sebagai medium
pertukaran, pembeli dapat memberikannya kepada penjual untuk membayar barang
dan jasa yang dibeli, kemudian sebagai unit perhitungan, uang dapat digunakan untuk
menjumlahkan apel dan jeruk dalam persamaan nilai, dan yang terakhir sebagai
penyimpan nilai, uang dapat digunakan untuk memindahkan daya beli ke masa
depan. Uang hakikatnya sudah ada dan digunakan sejak masa lampau, walaupun
dengan bentuk yang berbeda dari masa sekarang. Pada masa lalu, manusia
melakukan pertukaran atau barter sampai akhirnya ditentukanlah sesuatu yang
mempunyai nilai tinggi, jumlah yang terbatas serta dimengerti dan diterima oleh
masyarakat setempat sebagai alat tukar. Dengan demikian uang pada dasarnya
merupakan sesuatu yang berharga yang dapat diterima masyarakat secara umum dan
tersedia sebagai alat pembayaran barang maupun jasa serta dapat juga digunakan
untuk pembayaran hutang dan investasi.
Uang
memiliki beberapa jenis, yang pertama uang kartal dan uang giral. Uang kartal
merupakan alat bayar yang sah dan wajib digunakan seluruh masyarakat dalam
transaksi jual beli sehari-hari. Sedangkan uang giral adalah uang yang dimiliki
masyarakat dalam bentuk deposito (simpanan) yang dapat diambil sesuai
kebutuhan. Kemudian uang berdasarkan bahan pembuatannya dibedakan menjadi dua.
Yaitu uang kertas dan uang logam. Menurut nilainya uang di golongkan menjadi
dua yaitu uang penuh dan uang tanda.
Indonesia
sendiri menetapkan mata uang rupiah sebagai uang kartal yang sah untuk
digunakan sehari-hari. Sebelum menetapkan mata uang rupiah sebagai alat tukar
yang sah, Indonesia juga pernah memiliki beberapa jenis mata uang yang
digunakan untuk alat transaksi yang sah pada zamannya. Diantara lain adalah,
uang NICA yang digembongi oleh Panglima AFNEI Let Jen Sir Montagu, namun hal
itu semakin memperparah keadaan hiper inflasi saat itu, lalu ORI (Oeang Republik
Indonesia) yang dikeluarkan pemerintah untuk mencegah perkembangan mata uang
NICA pada tanggal 26 Oktober 1946.
Uang
memiliki dampak yang besar bagi masyarakat, salah satu contohnya ialah inflasi.
Inflasi ialah suatu kondisi dimana naiknya harga barang-barang secara kontinyu,
hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, terlalu banyaknya uang
yang beredar di masyarakat sehingga nilai uang menurun. Hal ini menunjukkan bahwa
terdapat hubungan yang erat antara jumlah uang yang beredar dengan harga barang
secara umum. The quantity theory of money mengatakan bahwa peningkatan jumlah
uang yang beredar akan meningkatkan nilai transaksi Sesuai dengan teori dengan
indikasi ini kita dapat melihat bahwa uang sangat berpengaruh dalam kehidupan
masyarakat.
Dalam perekonomian yang sangat modern seperti
sekarang ini, uang memainkan peranan yang sangat penting bagi semua kegiatan masyarakat.
Uang sudah merupakan suatu kebutuhan, bahkan uang menjadi salah satu penentu
stabilitas dan kemajuan perekonomian di suatu negara. Namun demikian bukan
berarti sistem barter sudah lenyap, akan tetapi masih digunakan untuk tingkat
perdagangan antar negara dan di daerah pedesaan. Atas dasar itulah penulis
ingin mengulas lebih dalam aspek aspek yang berkenaan dengan uang.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1
Apa pengertian uang?
1.2.2
Apa syarat-syarat uang?
1.2.3
Apa peranan uang pada perekonomian?
1.2.4
Apa saja fungsi uang?
1.2.5
Apa jenis-jenis uang?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian uang
Pengertian
uang secara luas adalah sesuatu yang dapat diterima secara umum sebagai alat
pembayaran dalam suatu wilayah tertentu atau sebagai alat pembayaran hutang
atau sebagai alat untuk melakukan pembelian barang dan jasa. Dengan kata lain
bahwa uang merupakan alat yang dapat digunakan dalam melakukan pertukaran baik
barang maupun jasa dalam suatu wilayah tertentu saja.
Dalam
buku Manajemen lembaga keuangan yang
ditulis oleh Dahlan Siamat, definisi uang ialah setiap aset finansial yang
secara umum diterima sebagai alat pembayaran atas pembelian barang dan jasa.
Dengan demikian giro, uang kertas, uang logam adalah aset keuangan yang dapat
dijadikan sebagai instrument atau media pembayaran karena itu merupakan bentuk
uang.
Ekonom
mendefinisikan uang (juga sering disebut uang beredar) sebagai sesuatu yang
secara umum diterima dalam pembayaran barang dan jasa atau pembayaran atas
hutang. Mata uang terdiri dari uang kertas dan koin, sangat cocok dengan
definisi ini dan merupakan salah satu bentuk uang. Ketika sebagian orang
berbicara tentang uang, mereka sedang membicarakan tentang mata uang (currency).
Mendefinisikan
uang sebagai mata uang terlalu sederhana bagi para ekonom. Oleh Karena cek juga
dapat diterima sebagai alat pembayaran atas pembelian, rekening giro juga dapat
dianggap sebagai uang. Bahkan definisi uang dalam arti luas juga diperlukan karena
bentuk lainnya seperti tabungan dapat berfungsi sebagai uang, dapat diubah
dengan cepat dan mudah menjadi mata uang atau rekening giro. Dengan demikian
tidak ada definisi tunggal, definisi yang benar-benar tepat dari uang dan uang
beredar, bahkan bagi ekonom sekalipun.
2.2 Syarat/Kriteria Uang
2.2.1
Disukai umum.
Artinya
uang harus dapat diterima secara umum penggunaannya apakah sebagai alat ukur,
penimbun kekayaan, atau sebagai standar pencicilan hutang. Oleh Karena itu,
maka fungsi uang disini tidak hanya sebagai alat tukar, akan tetapi juga
sebagai alat untuk menimbun kekayaan atau sebagai standar pencicilan hutang.
2.2.2
Tahan lama/tidak mudah rusak
Uang
hendaknya tidak mudah rusak dalam berbagai kondisi, baik robek atau luntur
terutama kondisi fisiknya mengingat frekuensi pemindahan uang dari satu tangan
ke tangan lainnya demikian besar. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah
kualitas fisik uang harus benar-benar dijaga dan terjamin kualitasnya, sehingga
uang dapat digunakan untuk waktu yang relatif lama.
2.2.3
Mudah dipindah-pindahkan/mudah dibawa
Uang
harus mudah dibawa kemanapun dengan kata lain mudah untuk dipindahkan dari satu
tempat ke tempat lain atau dari satu tangan ke tangan yag lain dengan fisik
kecil dan nominal besar sekalipun. Uang sebaiknya mudah dibawa untuk keperluan
sehari-hari. Oleh Karena itu dalam hal ini fisik juga jangan terlalu besar dan
diusahakan seringan mungkin.
2.2.4
Mudah disimpan.
Uang
harus mudah disimpan di berbagai tempat termasuk dalam tempat yang kecil namun
dalam jumlah yang besar. Artinya uang harus memiliki fleksibilitas, seperti bentuk
fisik nya yang tidak terlalu besar, mudah dilipat dan terdapat nominal mulai
dari kecil sampai nominal yang maksimal.
2.2.5
Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai keseluruhan.
Uang
mudah dibagi ke dalam satuan unit tertentu dengan berbagai nominal yang ada,
guna kelancaran dalam melakukan transaksi mulai dari nominal kecil sampai
dengan nominal yang besar sekalipun. Kemudian uang tidak hanya agar mudah
dibagi tetapi juga harus mudah dalam pembulatan dengan kelipatan tertentu,
terutama dalam nilai bulat. Oleh Karena itu agar uang mudah dibagi harus dibuat
nominal yang beragam.
2.2.6
Mempunyai nilai yang tetap dalam jangka panjang (nilai stabil).
Nilai
uang harus memiliki kestabilan dan ketetapan serta diusahakan fluktuasi nya
sekecil mungkin. Apabila nilai uang sering mengalami ketidakstabilan, maka akan
sulit untuk dipercaya oleh yang menggunakannya.
2.2.7
Ada jaminan.
Setiap
uang yang diterbitkan dijamin oleh pemerintah negara tertentu. Dengan adanya
jaminan dari pemerintah tertentu, maka kepercayaan untuk menggunakan uang untuk
berbagai keperluan mendapat kepercayaan dari masyarakat luas. Khususnya uang
logam sudah dijamin oleh nilai yang terkandung di dalam uang tersebut. Oleh
Karena itu yang perlu jaminan pemerintah adalah uang kartal kertas. Uang jenis
ini digunakan hanya berdasarkan kepercayaan (fiat money).
2.3 Fungsi Uang
2.3.1
Alat tukar menukar.
Fungsi uang sebagai alat tukar menukar iaalah
sebagai substansi dari barang yang biasa
digunakan untuk barter. Jadi dengan
demikian kegiatan tukar menukar barang
dapat dilakukan secara efektif dan efisien
2.3.2
Alat Satuan Hitung
Fungsi uang
sebagai satuan hitung merupakan penentu nilai berbagai macam barang/jasa
yang di perjual belikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar
kecilnya pinjaman.
2.3.3
Alat penyimpan nilai
Fungsi
uang sebagai alat penyimpan nilai ialah pengalih daya beli dari masa sekarang
ke masa yang akan datang. Ketika
seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia
dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang
2.3.4
Alat pembayaran yang sah.
Uang kartal yang sah di Indonesia adalah uang
rupiah yang dikeluarkan oleh Bl, sedangkan uang giral dikeluarkan oleh bank
umum. Uang tersebut dapat digunakan sebagai alat pembayaran bagi masyarakat
untuk melakukan transaksi.
2.3.5
Alat penimbun kekayaan.
Fungsi uang sebabai alat penimbun kekayaan dapat diartikan bahwa uang digunakan untuk
menyimpan harta kekayaan
2.3.6
Alat pembentukan dan pemindahan modal.
2.4 Jenis-Jenis Uang
2.4.1 Berdasarkan Bahan
2.4.1.1
Uang logam, merupakan uang dalam bentuk koin yang terbuat dari logam, baik dari
aluminium, kupronikel, bronze, emas, perak atau perunggu, dan bahan lainnya.
2.4.1.2
Uang kertas, merupakan uang yang bahannya terbuat dari kertas. Uang dalam
bentuk kertas biasanya dalam nominal yang besar sehingga mudah dibawa untuk
keperluan sehari-hari . Uang jenis ini terbuat dari kertas yang berkualitas
tinggi, yaitu tahan terhadap air, tidak mudah robek, atau luntur.
2.4.2 Berdasarkan Nilai
2.4.2.1
Bernilai penuh (full bodied money), merupakan uang yang nilai instrinsiknya
sama dengan nilai nominalnya. Sebagai contoh uang logam, nilai bahan untuk
membuat uang tersebut sama dengan nominal yang tertulis di uang.
2.4.2.2
Tidak bernilai penuh (representative full bodied money), merupakan uang yang
nilai instrinsiknya lebih kecil dari nilai nominalnya. Sebagai contoh uang yang
terbuat dari kertas. Uang jenis ini sering disebut uang bertanda atau token
money. Kadangkala nilai instrinsiknya jauh lebih rendah dari nilai nominal yang
terkandung di dalamnya.
2.4.3 Berdasarkan Lembaga
Berdasarkan lembaga maksudnya adalah badan atau lembaga yang menerbitkan atau mengeluarkan uang. Jenis uang yang diterbitkan berdasarkan lembaga terdiri dari :
2.4.3.1
Uang kartal, merupakan uang yang diterbitkan oleh Bank Sentral, baik logam
maupun uang kertas.
2.4.3.2
Uang giral, merupakan uang yang diterbitkan oleh bank umum, seperti cek, bilyet
giro, traveler cheque, dan credit card.
2.4.4 Berdasarkan Kawasan
Uang
jenis ini dilihat dari daerah atau wilayah berlakunya suatu uang. Artinya bisa
saja suatu jenis mata uang hanya berlaku dalam satu wilayah tertentu dan tidak
berlaku di seluruh wilayah. Jenis uang berdasarkan wilayah adalah :
2.4.4.1
Uang Lokal, merupakan uang yang berlaku di suatu negara tertentu, seperti
Rupiah di Indonesia atau Ringgit di Malaysia.
2.4.4.2
Uang Regional, merupakan uang yang berlaku di kawasan tertentu yang lebih luas
dari uang lokal, seperti untuk kawasan benua Eropa berlaku mata uang yaitu
EURO.
2.4.4.3
Uang Internasional, merupakan uang yang berlaku antar negara seperti US Dollar
dan menjadi standar pembayaran internasional.
2.5 Peran Uang dalam Perekonomian
Semua
aspek kehidupan manusia dalam peradaban modern saat ini tidak terlepas dan
ditopang sepenuhnya oleh uang. Tidak ada satupun peradaban di dunia ini yang
tidak mengenal dan menggunakan uang. Kalaupun ada, maka perekonomian dalam
peradaban tersebut pasti stagnan dan tidak berkembang.
Peran
uang dalam perekonomian dapat diibaratkan darah yang mengalir dalam tubuh
manusia. Tanpa darah, manusia seakan-akan hendak mati. Kekurangan uang bagaikan
kekurangan darah yang mengakibatkan gairah hidup menurun dan lemah, yang pada
akhirnya manusia menjadi sakit-sakitan. Abraham H. Maslow dalam teori
Motivasinya mengatakan bahwa kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah
kebutuhan fisik. Kebutuhan fisik manusia tidak lain adalah berupa barang dan
jasa. Untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa tersebut, cara yang paling
mudah adalah dengan memiliki sesuatu yang disebut UANG. Karena uang adalah
sesuatu benda yang diterima dan digunakan secara umum sebagai alat untuk memudahkan
proses transaksi dalam memenuhi kebutuhan manusia berupa barang dan jasa.
Sehingga secara tidak langsung juga dapat dikatakan bahwa kebutuhan yang paling
“mendasar” dalam perekonomian dan kehidupan sosialnya adalah uang.
DAFTAR PUSTAKA
Bishop,
Matthew. 2010. Economics An A-Z Guide.
Diterjemahkan oleh : Mutiara, Fredy. Yogyakarta : Pustaka baca!.
Punjabi, Enha. 2016. iPocket Soshum SMA. Cetakan II. Solo : Genta Smart Publisher.
Siamat,
Dahlan. 2004. Manajemen Lembaga Keuangan.
Edisi keempat. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.
Kasmir.
2005. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.
Edisi ke 6. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Mishkin,
Frederic S. 2008. The Economic of Money,
Banking, and Financial Markets. Edisi ke 8. Diterjemahkan oleh
Soelistianingsih, Lana & Suharsi, Ema Sari. Jakarta : Salemba Empat.
Bizgun.
______. Sejarah Perkembangan Uang,
(online), (https://bizgun.wordpress.com/tag/sejarah-perkembangan-uang/),
diakses 8 Februari 2017.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar